Hei kau yang jauh disana

Hembusan angin yang meraba kulit
membuat dinginnya kulit hingga menusuk jiwa.
Tetes demi tetes tangisan langit
menambah suasana yang dingin.

Secangkir kopi mengingatkanku pada senyuman manis seseorang,
yang sekarang tidak berada disampingku.
Senyuman itu menusuk hati...
layaknya pisau yang tajam.

Perasaan yang aneh tiba-tiba muncul
perasaan yang mungkin dapat didefinisikan berdasarkan berdasarkan hukum newton
apakah ini yang dinamakan jatuh?
apakah dia merupakan pusat gravitasi?

Khayalanku sudah sangatlah jauh,
melewati ruang logika
sungguh aku bingung, mengapa aku harus memikirkannya?
apakah dia yang selama ini ku cari?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sendiri

Welcome in my Blog